Didalam benak masyarakat awam, bila mendengarkan kata Sastra Inggris maka di yang pertama kali muncul didalam imajinasi adalah kata Novel, puisi atau film berbahasa Inggris, padahal didalam Fakutas Sastra Inggris ada begitu banyak Minor Field-nya seperti: Kajian Budaya baik budaya lokal maupun budaya Manca, Linguistics; mulai dari Phonology, morphology, Syntax, Grammar, Discourse Analysis yang bercabang menjadi socio linguistics, Psycholinguistics, stylistics dan lainnya berpaduan antara Linguistics dan ilmu-ilmu lain, ada juga yang disebut kajian Semiotika, kajian structuralis, kajian feminisme, kajian Dekonstruksi dan lainnya, tentu saja ilmu-ilmu tersebut diarahkan secara sistimatik dengan tahapan sebagai berikut (dibuat mudah dipahami) :
1. Tahapan Knowledge ( Istilah-istilah, Teori-teori, definisi, dan yang sejenis nya)
2. Tahapan Comprehension ( tahapan pemahaman fungsidan guna ilmu tersebut )
3. Tahapan Application ( tahapan bagaimana menggunakan ilmu tersebut dalam
bermasyarakat )
4. Tahapan Analysis ( bagaimana menggunakan suatu ilmu untuk menganalisa Phenomena
yang ada dalam masyarakat)
5. Tahapan Men-syintesis ( Tahapan pengembangan ilmu pada suatu sintesa baru )dan
6. Tahapan Evaluation ( tahapan dimana ilmu digunakan untuk mengevaluasi atau
penilaian pada suatu Phenomena yang ada di dalam masyarakat )
selain hal-hal tersebut diatas Fakultas Sastra Inggris juga mengajarkan mata kuliah keahlian bermasyarakat yang lain seperti : Public speaking, Journalisme, english for business dll, jadi tidak sepenuhnya benar anggapan masyarakat mengenai Fakultas Sastra Inggris; hanya mempelajari bahasa inggris, novel, puisi, drama, tetapi ada begitu sarat dengan ilmu-ilmuy populer lainnya. catatan sejarah membuktikan bahwa Dokter ternama seperti Sigmund Freud Mengalihkan perhatiannya pada ilmu yang satu ini.
sumber: http://literature-jepri2.blogspot.com/
Sastra Inggris
Tips mudah menyelesaikan skripsi sastra inggris
Apa yang ada di benak anda saat mendengar kata SKRIPSI?
Pasti jawabannya “SELESAI KULIAH S1”.
Tetapi, seberapa dekat anda dengan kata-kata “SELESAI KULIAH S1”? Sudah siapkah SKRIPSI anda untuk dipertanggungjawabkan di meja sidang?
Itu adalah pertanyaan yang paling meresahkan kebanyakan mahasiswa semester akhir.
Skripsi yang berjumlah 6 SKS itu kelihatannya sangat rumit mengingat itu sebagai penentu apakah aku dapat menyelesaikan studi dan menjadi sarjana sesuai dengan target yang sudah aku perkirakan semenjak pertama kali menduduki bangku kuliah. “Aku akan selesai dalam waktu kurang dari 4 tahun”. Itu adalah kalimat yang sering aku perjuangkan selama aku menjalani proses sebagai seorang mahasiswa di Kampus Merah Makassar jurusan Sastra Inggris.
Saat menjadi mahasiswa pada tahun-tahun pertama, rasanya memang sulit untuk membayangkan bagaimana pembuatan skripsi yang akan dibuat sendiri oleh tanganku, pikiranku dan penelitianku. Skripsi yang tebalnya hingga 50 halaman lebih, akan dibuat oleh imajinasi dan eksperimen aku sendiri itupun dengan bahasa inggris di setiap kata-nya. Apa aku bisa?
Setiap kali aku membaca skripsi senior-senior yang isinya dari halaman pertama hingga akhir adalah bahasa inggris, aku langsung meragukan diri sendiri. Soalnya pengetahuan aku tentang grammar masih kurang, vocabulary apalagi dan aku belum pernah menulis ilmiah dengan bahasa inggris. Dan ini masalah SKRIPSI yang notabene penentu agar aku bisa sarjana dan segera menjadi apapun yang aku inginkan dengan ijazah di tangan.
See! Kelihatannya memang sangat rumit kan?! Tapi selang waktu berjalan, aku akhirnya sampai juga di tengah-tengah semester 8 dimana hanya ada satu mata kuliah yang harus aku selesaikan yakni SKRIPSI.
Bukan masalah lama atau tidaknya SKRIPSI akan aku buat, bukan masalah bagaimana cara menulis sebuah SKRIPSI, bukan pula masalah bagaimana cara melakukan penelitian. Tetapi lebih kepada masalah KAPAN AKU MAU MEMULAI?. Tantangan prokrastinasi adalah tantangan terberat yang aku hadapi selama pembuatan skripsi. Aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mencari inspirasi tanpa mencoba untuk memulai.
Akhirnya aku bertekad untuk mulai menulis yang kemudian aku ajukan sebagai proposal. Tiga kali aku mengajukan proposal, tiga kali pula aku ditolak oleh pembimbing skripsi. Sebenarnya aku sudah mencoba mempengaruhi pembimbing untuk menerima ideku karena ide tersebut sudah berkali-kali aku diskusikan dengan beberapa pengajar dan mereka menyetujuinya. Tetapi bagi pembimbingku, ide yang aku ajukan tidak masuk akal dan sulit dipertanggungjawabkan. Saat itu aku mulai putus asa. Aku tidak punya ide lain lagi. Tetapi semakin sering aku konsultasi akhirnya pembimbing mau membantu. Alhamdulillah beliau memberikan aku inspirasi dan ide tentang meneliti jumlah kosa kata bahasa Inggris yang dikuasai oleh siswa SMA kelas XI di sebuah Sekolah tingkat lanjut yang berlokasi tidak jauh dari rumahku. Yang paling sering terngiang di telingaku adalah kata-kata Bunda dan Ayah “Ikuti saja apa maunya pembimbing”. Aku dengar dan aku patuh.
Yah! Ide sudah ada di kepala, rancangan penelitian sudah siap. Tinggal meneliti saja. Sebenarnya tidak ada yang rumit dalam pembuatan skripsi. Yang rumit adalah jika tidak mau memulai. Itu saja yang membuat setiap mahasiswa merasa resah dan menyulitkan diri sendiri. Hal ini pula yang seringkali jadi penunda mahasiswa untuk segera selesai dan menjadi sebab utama mahasiswa tidak selesai sampai bertahun-tahun lamanya. Padahal dengan memulai, maka proses itu akan berjalan dengan sendirinya. Dan tantangan apapun yang menerpa, akan berusaha dilewati. Yang penting punya target + tekad = toga. That’s it.
Selama pembuatan skripsi banyak tantangan yang harus dilewati dan tantangan yang cukup menguras keringat dan merusak mata alias mata pencaharian adalah proses administrasi untuk meneliti di SMA. Untuk melakukan sebuah penelitian ilmiah di sekolah, harus melewati beberapa tahap admisnitrasi.
Meminta surat izin dari Fakultas untuk ditujukan pada BALITBANGDA SUL-SEL
Meminta surat izin meneliti dari Balitbangda yang ditujukan pada Walikota Makassar
Meminta surat persetujuan penelitian dari Walikota yang diteruskan pada Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar
Meminta surat izin dari Kepala Dinas yang ditujukan pada Kepala Sekolah.
Ini nih contoh surat izin dari BALITBANGDA Sul-Sel
Sangat berbelit-belit. Aku sendiri memulai pada tahap 4 waktu itu. Sehingga pada tahap tersebut aku harus mundur tiga tahap lagi yang kemudian salah dan salah lagi. Akhirnya aku sampai pada tahap 1 dan harus membuat surat izin meneliti dari Fakultas untuk yang ke-sekian kalinya.
Seperti inilah jika tidak mengetahui informasi. Aku justru mengetahui tahap-tahap ini dari mahasiswa jurusan kesehatan. Apa sebelum-sebelumnya, mahasiswa di fakultasku yang meneliti di sekolah tidak melalui tahap-tahap ini ya? Jadi bingung. Waktu itu ada yang mencoba mempengaruhiku untuk melakukan jalan yang langsung bisa ditmpuh tanpa harus melalui tahap-tahap tersebut. Tapi, sayangnya waktu itu aku tidak punya koneksi khusus dengan pihak manapun sehingga mengharuskan aku untuk bekerja dengan jujur. Meskipun rumit dan perlu berjuang yang penting jalannya aman dan lurus. Tidak perlu sampai menjatuhkan harga diri seorang yang bergelar agung MAHASISWA. Itu juga adalah TEKAD.
15 Maret 2010. Aku memulai penelitian yang seluruh materialnya adalah buatan aku sendiri. Dengan referensi yang cukup aku berusaha mencapai TARGET yang aku tentukan. Tahun ini bulan Juni aku harus sudah memakai TOGA.
Penelitianku hanya berlangsung selama beberapa menit setelah para sampel penelitian yakni siswa kelas XI baru saja menyelesaikan ujian mid semester di sekolah. Bagaimanapun juga, aku harus segera meneliti. Yang jelas aku sudah memiliki izin dari kepala Dinas Pendidikan yang juga disetujui oleh Gubernur dan Walikota. Itu artinya aku tidak perlu khawatir tentang per-izinan lagi bahkan sampai dua minggu lamanya.
Tiba masanya aku mengolah hasil penelitian. Hanya saja semasa aku memulai pengolahan data, ada hal-hal yang mulai mengusik dan mempengaruhi konsentrasiku pada Skripsi. Termasuk kewajibanku di kantor. Semuanya seperti mengejar. Meskipun mereka tahu aku sedang berkonsentrasi, tetapi aku masih tetap merasa tidak bisa memulai mengolah dan menganalisis data. Saat itu aku tidak tahu harus bagaimana. Target harus bisa ujian meja pada bulan Mei. Agar setelah itu aku bisa fokus kembali pada pekerjaan. Hahhh… tapi tidak bisa. Aku harus apakan hasil penelitian ini? Kuesioner dan angket serta hasil interview ini harus diapakan hingga bisa menjadi sebuah skripsi? Aku mulai blank. Aku perlu hiburan. Kebetulan waktu itu aku bersama Ayah dan Bunda akan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Yup! Aku akhirnya selama beberapa minggu meninggalkan kegiatan kantor dan niat ibadah sungguh-sungguh sekaligus untuk menenangkan diri dari berbagai kesibukan. Dua minggu cukup untuk berlibur. Dan ketenangan batin mengantarku sampai di Bandara Sutan Hasanuddin.
But, Fiuhh… sangat berbeda dari yang kuharapkan. Niat ingin menenangkan diri tetapi justru pikiran semakin terganggu. Sampai di rumah, semua yang ingin aku lupakan sejenak tiba-tiba muncul kembali dalam memory. Skripsi-Target-Kerja-Perasaan-Angket-Toga-Pembimbing-Sarjana-Siswa-siswaku. Argggghhhhh!!! Harus bagaimana? Harus bagaimana? Kalau begini terus kapan selesainya?
Kubangun kembali TEKAD yang runtuh satu persatu itu. TARGET makin dekat. Jika terus-menerus memikirkan hal lain pasti hasilnya akan lebih kacau. Aku akhirnya mensugesti diri sendiri. Hufft.. ini yang disebut stress dan Sugesti diri sendirilah obatnya. Targetku di bulan Juni. Berarti bulan Mei harus sudah menjadi seorang sarjana. Setelah itu fokus bekerja selama setahun dan menjalani kuliah sebagai seorang mahasiswa pasca. Apa sulitnya?
Nah.. ini tempatku bersemayam dalam menganalisis data
Skripsi. Sudah terselesaikan BAB I sampai BAB III saat pembuatan proposal. Berarti sisa dua bab lagi. Meskipun penjelasannya panjang tetapi INILAH PROJEKKU. INI HASIL KARYAKU. INI ADALAH BUATAN TANGAN DAN PIKIRANKU SENDIRI. Lalu apanya yang sulit? Sama sekali tidak ada. Yang penting tenang melalui proses. Fokuskan pikiran pada target maka akan tepat sasaran. Tarik napas panjang dan bertekad maju melawan apapun yang menghadang baik itu kerjaan yang menumpuk, perasaan yang galau dan provokasi dari luar. Insya Allah sampai. Yang penting bertekad mau berjalan di jalan yang lurus tanpa harus merasa terbebani oleh apapun juga. Jalani saja dengan tenang dan senang. Pasti bisa sampai di tempat tujuan dengan perasaan puas atas kerja keras. So keep on moving. Tidak ada yang sulit kecuali kita yang mempersulit diri sendiri. Dan akhirnya, 19 Mei 2010, hari balasan atas kerja keras pun tiba. Ba’da Dhuhur gelar Sarjana Sastra (S.S) sudah berada di belakang nama SUCI AYU KURNIAH P. Alhamdulillah…. ^_^
Suci Ayu Kurniah P., S.S
15 TIPS DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI
Tentukan target kapan ingin jadi sarjana
Bulatkan Tekad #1
Ikuti prosedur sesuai aturan yang ada
Jangan sepelehkan ide-ide pembimbing
Jangan ragu untuk konsultasi bahkan di rumahnya sekalipun asalkan buat janji terlebih dahulu
Abaikan pengaruh apapun dari luar meskipun itu kedengarannya menyenangkan
Jangan biarkan sindrom prokrastinasi menguasai waktu luang
Tetap mengerjakan kewajiban dengan enjoy
Sugesti diri jika terdapat gangguan-gangguan oleh virus merah jambu
Bulatkan Tekad #2
Pikirkan bagaimana hasilnya sambil menjalani proses dengan tenang
Jangan persulit diri sendiri
Ikuti ujian dengan percaya diri
Sugesti diri sekali lagi SKRIPSI ADALAH PROJEK ANDA bukan PROJEK ORANG LAIN jadi anda patut menguasainya.
Minta ridho orang tua dan mohon bantuan do’a dari orang-orang terkasih anda.
SELAMAT MEMBUAT SKRIPSI
TARGET + TEKAD = TOGA
sumber: lyric
Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris Sendiri
Ingin tahu bagaimana cara cepat belajar sendiri dan menguasai bahasa Inggris dengan baik tanpa harus ikut bergabung pada lembaga kursus/les bahasa Inggris yang bisa memakan biaya besar, butuh waktu, dan terkadang hasilnya juga tetap tak memuaskan? Ikutilah tips-tips di bawah ini dengan seksama.
Mantapkan dulu niat dan tekad anda untuk bisa mengusai bahasa Inggris. Jika sudah ada kemauan yang kuat, maka jalan selanjutnya akan lebih mudah.
Pelajari dulu cara mengucapkan alphabet dalam bahasa Inggris dari a sampai z,angka-angka, dan kata-kata dan kalimat-kalimat dasar bahasa Inggrisseperti : aku, kamu, mereka, dia, disana, siapa, mengapa, dimana, apa kabarmu, baik, ucapan selamat dsb. Ini bisa anda pelajari dari buku-buku belajar bahasa Inggris manapun, tak harus yang mahal-mahal (anak-anak sekarang seharusnya sudah mempelajarinya di sekolah). Lebih bagus lagi jika anda bisa mempelajarinya di internet memanfaatkan mesin pencari google. Tujuan mempelajari kata-kata dan kalimat sederhana ini adalah untuk menumbuhkan minat sekaligus meningkatkan semangat anda dalam belajar karena merasa bisa setelah belajar hal-hal yang mudah.
Bagian paling penting dari sebuah bahasa adalah kosakata (vocabulary). Anda bisa memasang target harus menghapal berapa banyak kosa kata baru bahasa Inggris dalam sehari. Anda bisa memanfaatkan buku kamus bahasa Inggris maupun internet. Hendaknya anda menghapal bagaimana cara menuliskan kata tersebut, sekaligus cara mengucapkannya yang benar. Untuk mengetahui cara pengucapan yang benar dari suatu kata anda bisa mendengarnya langsung dari internet, biasanya dari situs kamus bahasa Inggris, contohnya :thefreedictionary.com. Situs tersebut memang merupakan situs bahasa Inggris yang memberi penjelasan juga dalam bahasa Inggris. Tapi bagi anda yang pemula bisa memanfaatkannya untuk mendengarkan cara pengucapannya dengan mengklik gambar yang berbentuk terompet setelah anda memasukkan suatu kata kunci yang hendak dicari maknanya. Alternatif lainnya adalah situs kamus.net yang merupakan situs online kamus bahasa inggris - indonesia. Disana selain mendapatkan arti kata dalam bahasa Indonesia, anda juga bisa mendengar cara pengucapan kata. Akan tetapi kelemahannya situs tersebut kurang lengkap (walau terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu). Alternatif tambahan adalah : fitur translate atau terjemahan yang ada di situs google dimana selain berfungsi sebagai kamus (bisa per kata bisa juga per kalimat), juga bisa untuk mendengarkan cara pengucapan kata. Akan tetapi ketepatan google translate ini tak 100%, jadi cuma sebagai pembantu.
Pelajarilah tata bahasa Inggris (grammar), baik ketika anda sudah menguasai cukup banyak kata-kata bahasa Inggris ataupun dilakukan secara bersamaan dengan menghapal kosakata. Anda bisa memanfaatkan buku apa saja pada awalnya. Setelah anda memiliki cukup bekal kosakata, atau sudah bisa memanfaatkan kamus dan mencari arti kata bahasa inggris dengan cepat, maka janganlah segan-segan memiliki buku tata bahasa (English Grammar) yang tebal-tebal dan bagus. Pelajari dengan teratur, rajin, dan berkesinambungan. Jangan takut jika ada sebagian tata bahasa yang membuat anda bingung. Tak masalah, yang penting hal-hal dasar mampu anda kuasai seperti menyusun kalimat yang benar dalam konteks saat ini (present tense), masa lalu (past tense), masa akan datang, yang sudah terjadi, dsb. yang bisa anda pelajari bertahap. Internet juga bisa anda manfaatkan dalam belajar tata bahasa Inggris saat ini.
Banyak-banyak membaca artikel atau tulisan bahasa Inggris seperti dari internet, koran / majalah bahasa Inggris, buku-buku bahasa Inggris, dsb. Dengan bekal beberapa kosakata, dan tata bahasa dasar yang telah anda kuasai, anda diharapkan paling tidak sudah bisa mengerti tulisan bahasa Inggris. Walaupun cuma sepertiga atau sepersepuluh paragraf yang anda bisa tahu, tak masalah. Jangan takut ! Anda masih dalam tahap belajar. Dengan membaca tulisan berbahasa Inggris, anda malah akan bisa menambah kosakata anda yakni dengan menandai kata yang tak dimengerti lalu mencari tahu artinya. Anda juga akan dapat gambaran bagaimana tata bahasa Inggris atau cara menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat yang baik dalam bahasa Inggris dengan membaca tulisan-tulisan tersebut.
Untuk melatih pendengaran anda mendengar bahasa Inggris, anda bisa memanfaatkan nyanyian bahasa Inggris, dengarkan dan bandingkan dengan lyriclagunya yang bisa diperoleh dari internet. Atau bisa juga dengan menonton film-film bahasa Inggris tanpa memperhatikan atau dengan menghilangkan teks bahasa Indonesianya.
Latihan berbicara bahasa Inggris, baik secara langsung maupun secara mental. Belajar bahasa tanpa praktek memang akan susah. Carilah teman yang bisa anda ajak berlatih bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Anda juga bisa berbicara pada diri anda sendiri atau berpikir dengan menggunakan kalimat bahasa Inggris. Lebih baik lagi jika anda sekali-kali berusaha bercengkrama atau berkenalan dengan orang asing yang berbahasa Inggris sehingga anda bisa mempraktekkan apa yang telah dipelajari secara langsung.
Jangan pernah menyerah karena memang belajar bahasa butuh waktu. Tak ada orang yang bisa langsung seketika mahir berbahasa Inggris. Butuh proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk bisa ke tahap berkomunikasi memakai bahasa Inggris dengan baik. Maka mulailah dari sekarang sehingga lebih cepat anda akan bisa menguasai bahasa Inggris nantinya.
Beranilah dan jangan malu ! Bahasa Inggris bukanlah bahasa asli anda. Orang lain (barat/bule) akan mengerti itu, akan paham, dan tak akan pernah mengejek anda jika salah berucap. Perlu anda ketahui banyak orang-orang yang tak bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar tetap nekad pergi ke negara asing yang berbahasa Inggris, dan mereka nyaris sama sekali tak pernah diejek dengan kemampuan berbahasa yang pas-pasan. Malah pada akhirnya mereka dengan kesungguhan hati dan keberaniannya mampu berbahasa Inggris dengan fasih.
sumber: OWNX
Sejarah bahasa Inggris
Gelombang invasi pertama adalah invasi para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga bahasa Jerman. Mereka menaklukkan dan menghuni beberapa bagian Britania pada abad ke-8 dan ke-9.
Lalu gelombang invasi kedua ini ialah suku Norman pada abad ke-11 yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Perancis. Kedua invasi ini mengakibatkan bahasa Inggris "bercampur" sampai kadar tertentu (meskipun tidak pernah menjadi sebuah bahasa campuran secara harafiah).
Hidup bersama dengan anggota sukubangsa Skandinavia akhirnya menciptakan simplifikasi tatabahasa dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris.
sumber: wiki pedia